Sydney (AFP/ANTARA) - Seorang pemuda Australia yang menikam pasangan suami istri dan putri mereka yang berusia 16 tahun lebih dari 100 kali dalam sebuah serangan sadis kegilaan akibat pria itu terobsesi secara seksual terhadap anak perempuan tersebut pada Selasa dijatuhi hukuman penjara selama 35 tahun.
Jason Alexander Downie mengaku bersalah karena membunuh Rosemary dan Andrew Rowe dan putri mereka Chantelle setelah memasuki rumah mereka di kota Kapunda di Australia Selatan pada November 2010.
รขBukti-bukti yang ada telah menjelaskan pada saya kalau anda pergi kesana untuk memuaskan nafsu anda untuk berhubungan secara seksual dengan Chantelle Rowe," kata Hakim John Sulan saat menjatuhi hukuman seumur hidup pada Downie, tanpa ada pembebasan bersyarat.
Downie, yang saat pembunuhan berusia 18 tahun, mengenal Chantelle di sekolah dan sangat terobsesi dengan remaja itu yang sedang mengencani salah satu teman tersangka.
Setelah memasuki rumah, dia menikam Andrew Rowe setidaknya 29 kali dan istrinya sekitar 50 kali, begitu kerasnya sehingga ia meninggalkan sebuah pecahan logam yang bersarang di tengkoraknya.
Chantelle Rowe ditikam 35 kali dan diperkosa, dengan hakim mencatat ada darah di hampir setiap ruangan di dalam rumah, di dinding dan menutupi lantai setelah pembunuhan.
"Kejahatan yang telah anda akui benar-benar mengerikan," kata Sulan. "Untuk menggambarkan serangan terhadap para korban ini sebagai serangan yang biadab tidak cukup menggambarkan apa yang terjadi di rumah mereka."
Hakim mengatakan walaupun Downie mengaku bersalah, pada awalnya dia memberikan cerita yang bertentangan selama beberapa lama.
Anggota keluarga yang masih hidup dari keluarga Rowe, saudara lelaki tertua Chantelle, Christopher, mengatakan tidak ada keadilan mengingat keadaan ini.
Anggota keluarga lainnya, Sally Rowe, mengatakan kepada ABC, tedakwa harusnya di penjara lebih lama.
"Saya berharap dia masuk neraka," katanya.(nn/ik)
0 komentar:
Posting Komentar